Lebaran bukan hanya momentum religius untuk merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang sosial tempat masyarakat Indonesia memperkuat hubungan antarindividu. Tradisi silaturahmi yang dilakukan saat Lebaran, mulai dari mudik, saling berkunjung, hingga halal bihalal, telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang melekat dalam budaya Nusantara. Praktik ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mekanisme sosial yang membantu merawat rasa kebersamaan, solidaritas, dan empati antarkomunitas. Dalam konteks akademis, silaturahmi dapat dipandang sebagai bentuk investasi sosial yang memperkuat kepercayaan (trust) dan modal sosial masyarakat.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Suatu sore di ruang tunggu rumah sakit, seorang ibu tampak gelisah. Ia bukan hanya cemas karena ibunya yang sudah tua yang lagi sakit, tetapi juga karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Petugas tampak sibuk, dokter belum datang, dan informasi yang ia terima hanya berupa nomor antrean di layar. Dalam situasi seperti itu, yang paling dibutuhkan sebenarnya bukan hanya obat, melainkan kepastian, dan kepastian lahir dari komunikasi yang baik.
Rumah sakit sering dipahami sebagai ruang medis: tempat diagnosis ditegakkan, tindakan dilakukan, dan penyakit diobati. Namun, bagi pasien dan keluarga, rumah sakit adalah ruang emosional. Di sana ada rasa takut, harapan, kebingungan, bahkan ketidakberdayaan. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau keahlian tenaga medis, tetapi juga oleh bagaimana komunikasi pelayanan publik dijalankan.
Yogyakarta, 10 Desember 2025 – Di tengah kompleksitas masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, pendekatan konvensional sering kali tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan di lapangan. Memahami urgensi tersebut, Program Studi Magister dan Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Design Thinking untuk Pemberdayaan Masyarakat”. Bertempat di Hotel Harper Malioboro Yogyakarta, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan praktisi inovasi sosial, Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP., M.T., IPU., ASEAN Eng., pendiri The Local Enablers. Acara ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa S2 dan S3 PKP UGM sebagai upaya mencetak agen perubahan yang adaptif.