Minggu (26/04) – Prodi S2/S3 PKP SPs UGM melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Jatisarono yang berlokasi di Kalurahan Jatisarono, Nanggulan, Kulon Progo, DIY. KDK Jatisarono merupakan lembaga di tingkat kalurahan yang menjadi wadah bagi warga penyandang disabilitas sehingga dapat ikut mengambil peran dalam menjalankan roda ekonomi dan sosial desa. Kelompok ini hadir dengan membawa semangat inklusivitas dalam rangka pemberdayaan masyarakat secara adil dan merata, termasuk bagi warga penyandang disabilitas. Semangat inklusivitas ini sangat penting karena selama ini isu disabilitas masih sering disalahartikan dalam paradigma santunan, padahal warga penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan untuk bisa berdaya dengan pendekatan dan pendampingan yang tepat.
Pengabdian kepada Masyarakat
Minggu (26/04) – Prodi S2/S3 PKP SPs UGM melakukan kegiatan kuliah lapangan di Kopi Menoreh Tumpangsari yang berlokasi di Dusun Tegalsari, Kalurahan Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo, DIY. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S2/S3 aktif dan beberapa dosen PKP. Kunjungan ini diawali dengan persembahan Tari Angguk dari kelompok tari Sekar Kencono sebagai bentuk sambutan bagi rombongan PKP UGM. Tari Angguk ini merupakan ciri khas Kulon Progo dan menjadi salah satu atraksi budaya di Kopi Menoreh Tumpangsari. Selanjutnya, terdapat sambutan dari Bapak Sarwijiyanto selaku Dukuh Tegalsari yang menyampaikan profil singkat Desa Wisata Purwosari.
Yogyakarta, 12 Desember 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) telah menuntaskan rangkaian program pendampingan yang selama tiga tahun intensif dilaksanakan di Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Program PkM yang diketuai oleh Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. dengan bertajuk “Transformasi Lingkungan Perkotaan melalui Pendekatan Produktif Pertanian Berbasis Gender” ini merupakan sebuah upaya strategis untuk memperkuat kluster ekowisata sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.
Tradisi pertanian masyarakat Jawa kembali mendapatkan ruang napas baru melalui program Lumbung Mataraman yang kini digalakkan di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berakar dari sistem lumbung desa pada abad ke-17 pada masa Kesultanan Mataram Islam, konsep ini kembali dihidupkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan Prof. Dr. Partini, S.U, Dr. agr. Sri Peni Wastutiningsih, Yunindya Palarani dan M. Irsyad Najibullah melakukan riset seputar Lumbung Mataraman di Kabupaten Bantul. Penelitian yang berjudul “Transformasi Kelembagaan Lumbung Mataraman untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul” ini adalah bentuk implikasi nyata pilar kedua tri dharma perguruan tinggi, yakni penelitian.
Rabu (16/04/25), menjadi kesempatan istimewa bagi mahasiswa S3 Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Sekolah Pascasarjana, UGM untuk mengikuti Kuliah Lapangan Lumbung Mataraman. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk mempersiapkan calon lulusan agar lebih siap dalam berkontribusi dalam pembangunan masyarakat berbasis inovasi, kepemimpinan, dan perubahan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY.
Lumbung Mataraman adalah program yang digagas untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat sebagai antisipasi krisis angan. Lumbung Mataraman menjadi contoh nyata implementasi inovasi pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Pemberdayaan masyarakat di Lumbung Mataraman bertujuan untuk membagikan pengetahuan (transfer knowledge) dengan melihat representatif masyarakat melalui kemitraan bersama dalam membangun ketahanan pangan menuju generasi emas. Selama mengikuti kuliah lapangan, mahasiswa diajak untuk mengobservasi inovasi, strategi komunikasi pembangunan, proses transformasi, resiliensi, dan perubahan masyarakat dengan adanya inovasi dan pengelolaan Lumbung Mataraman. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk menganalisis keberhasilan dan tantangan pengelolaan sumber daya lokal serta ketahanan pangan berbasis komunitas.
Yogyakarta (09/08/2024) Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Sekolah Pascasarjana UGM prodi S2/S3, prodi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, bersama Asosiasi Prodi Penyuluhan, Komunikasi Pembangunan, dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (APP-KPPMI) melaksanakan pengabdian masyarakat di Lumbung Mataraman Guwosari, Kelurahan Guwosari, Kabupaten Bantul. Pengabdian masyarakat tersebut menjadi rangkaian Sarasehan Nasional yang bertemakan “Transformasi Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat, dan Komunikasi Pembangunan dalam Penyiapan Sumber Daya Manusia Tangguh Menuju Indonesia Emas”. Pemberdayaan masyarakat di Lumbung Mataraman untuk berbagai pengetahuan (transfer knowladge) melihat representatif masyarakat melalui kemitraan bersama dalam membangun ketahanan pangan menuju generasi emas.
Sumber daya manusia yang terbatas tidak menjadi penghalang dalam melaksanakan tugas pembangunan masyarakat. Penggalian potensi masyarakat dan wilayah setempat menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Desa Wisata Menari contohnya. Desa wisata ini memiliki keunikan tersendiri yang jarang dimiliki oleh desa wisata lainnya. Menjadi desa wisata yang berhasil menarik perhatian para pengunjungnya dengan mengangkat konsep konservasi.

Pada hari Sabtu, 25 Mei 2024, Mahasiswa Prodi S2 dan S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, UGM beserta Dosen dan Civitas Akademika lainnya berkesempatan untuk terjun langsung menyapa masyarakat di Desa Wisata Menari. Terletak di lereng Gunung Telomoyo, Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Kesan yang berbeda sangat terasa karena Desa Wisata Menari tidak menyajikan pemandangan atau wahana seperti mass tourism pada umumnya, namun justru memberikan arti kehidupan melalui paket wisata yang telah dikemas sedemikian rupa. Desa wisata yang dikembangkan sejak tahun 2012 ini menyajikan beraneka ragam kesenian lokal, dolanan tradisional, bahkan outbound ndeso yang dapat dinikmati oleh pengunjung. Tak hanya itu, terdapat juga pasar tiban yang menjajakan hasil olahan masyarakat lokal sebagai bentuk implementasi dari program kewirausahaan yang dirintis di Desa Wisata Menari.
Dewasa ini berbagai inovasi di bidang pertanian sedang marak dilakukan. Mulai dari inovasi pertanian organik dan ramah lingkungan, smart farming, digitalisasi pertanian, dan lain sebagainya. Prodi PKP Pascasarjana UGM menggandeng Sayur Organik Merbabu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk terus menghasilkan produk pangan yang sehat dan berkualitas. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk membangkitkan semangat dan optimisme dalam pembangunan pertanian.

Pada hari Sabtu, 25 Mei 2024, rombongan dari Prodi PKP UGM mengunjungi Sayur Organik Merbabu (SOM) yang terletak di Jalan Raya Salatiga-Magelang KM 14, Sidomukti, Kopeng, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sayur Organik Merbabu mengembangkan inovasi pertanian dari pra tanam hingga pasca panen. Inovasi pra tanam dilakukan dengan olah lahan dan menanam tanaman menggunakan sistem pertanian organik sesuai dengan potensi lahan setempat. Pemilihan sistem pertanian organik daripada sistem lainnya didasarkan pada kondisi di lapangan dimana banyak ditemukan petani yang jatuh sakit karena terkena imbas dari residu bahan kimia. Pupuk yang digunakan oleh SOM berasal dari fermentasi kotoran ayam dan sapi, sementara pestisida yang digunakan berasal dari ekstrak tanaman di sekitar lahan. Inovasi lainnya diterapkan untuk kegiatan pasca panen dimana SOM mengembangkan teknologi plasma ozon. Teknologi tersebut dipilih dengan alasan lebih ramah lingkungan dan dapat membantu menstabilkan harga sayuran hasil panen.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Pascasarjana UGM berupa pelatihan budidaya Lebah Klanceng dipusatkan di Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UGM. Pelatihan budidaya Lebah Klanceng diawali dengan pelaksanaan studi banding pada tanggal 19 Agustus 2023 oleh beberapa perwakilan warga Kampung Wisata Cokrodiningratan ke Fakultas Pertanian UGM. Dalam studi banding tersebut, fasilitator dari Fakultas Pertanian UGM yaitu Dr. Suputa, S.P., M.P. (Dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan) didampingi Dekan Fakultas Pertanian UGM, Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D.
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sekolah Pascasarjana UGM dipusatkan di Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program PkM SPs UGM diketuai oleh Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D (Dosen Sekolah Pascasarjana UGM), yang beranggotakan Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D. (Dosen Sekolah Pascasarjana UGM), Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN. Eng (Dosen Sekolah Pascasarjana UGM), dan Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P. (Dosen Fakultas Pertanian UGM).