Lebaran bukan hanya momentum religius untuk merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang sosial tempat masyarakat Indonesia memperkuat hubungan antarindividu. Tradisi silaturahmi yang dilakukan saat Lebaran, mulai dari mudik, saling berkunjung, hingga halal bihalal, telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang melekat dalam budaya Nusantara. Praktik ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mekanisme sosial yang membantu merawat rasa kebersamaan, solidaritas, dan empati antarkomunitas. Dalam konteks akademis, silaturahmi dapat dipandang sebagai bentuk investasi sosial yang memperkuat kepercayaan (trust) dan modal sosial masyarakat.
Berita
Suatu sore di ruang tunggu rumah sakit, seorang ibu tampak gelisah. Ia bukan hanya cemas karena ibunya yang sudah tua yang lagi sakit, tetapi juga karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Petugas tampak sibuk, dokter belum datang, dan informasi yang ia terima hanya berupa nomor antrean di layar. Dalam situasi seperti itu, yang paling dibutuhkan sebenarnya bukan hanya obat, melainkan kepastian, dan kepastian lahir dari komunikasi yang baik.
Rumah sakit sering dipahami sebagai ruang medis: tempat diagnosis ditegakkan, tindakan dilakukan, dan penyakit diobati. Namun, bagi pasien dan keluarga, rumah sakit adalah ruang emosional. Di sana ada rasa takut, harapan, kebingungan, bahkan ketidakberdayaan. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau keahlian tenaga medis, tetapi juga oleh bagaimana komunikasi pelayanan publik dijalankan.
Aktivitas lari telah lama dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga paling sederhana, murah, dan efektif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Penelitian medis menunjukkan bahwa lari secara teratur merupakan bentuk aktivitas intensitas tinggi yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular, memperkuat otot jantung, meningkatkan VO2max (kapasitas penggunaan oksigen), serta memperbaiki sirkulasi darah dan fungsi paru-paru (Austin, 2024). Dalam konteks kesehatan publik, manfaat ini relevan dengan SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular melalui olahraga teratur.
Danau Kerinci adalah danau di Provinsi Jambi. Sekarang danau yang biasanya menjadi primadona pariwisata dan pemasok ikan air tawar terbesar di Provinsi Jambi ini, menjadi sekarat menyisakan cerita. Fenomena menyusutnya permukaan air Danau Kerinci sejak akhir Januari 2026 memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan. Namun apakah kejadian ini murni bencana alam, atau justru akumulasi dari kesalahan manusia? Atau kegagalan manusia menangkap informasi, merespon, dan mengkomunikasikan aspek lingkungan pada kehidupan sehari-hari?
Alam selalu dikambing hitamkan jika sebuah bencana terjadi di suatu daerah. Alam selalu diposisikan penyebab atas terjadinya faktor tunggal, sehingga tanggung jawab manusia seolah-olah dihapus dari narasi dominan. Bahkan belakangan ini, PLTA ikut disorot dan diasumsikan penyebab tunggal fenomena ini.
Dalam beberapa dekade terakhir, kopi telah bergeser. Bukan hanya sekadar “minuman” tetapi sudah menjadi fenomena budaya dan gaya hidup urban yang kuat. Pertumbuhan coffee shop di kota-kota besar mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kedai kopi saat ini berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, tempat kerja alternatif, hingga arena kreativitas bagi pekerja kreatif, mahasiswa, dan generasi muda yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar konsumsi kopi biasa. Fenomena ini menggambarkan bahwa kopi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari ritme kehidupan masyarakat perkotaan dan simbol gaya hidup modern.
Dalam era digital yang terus berkembang, buku tidak lagi hanya hadir dalam bentuk cetak tradisional. Buku digital (e-book) telah menjadi bagian penting dari ekosistem pengetahuan global, menawarkan akses cepat dan portabilitas tinggi. Namun, perdebatan mengenai kelebihan dan kekurangan antara buku digital dan buku fisik juga semakin menguat, mencakup aspek pembelajaran, dampak lingkungan, serta kontribusinya terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Darat).
Seiring meningkatnya urbanisasi, kebutuhan terhadap sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif menjadi krusial tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030. Dalam hal ini, transportasi umum menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan. Transportasi berkontribusi secara langsung pada pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), yakni menyediakan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan untuk semua lapisan masyarakat. Selain itu, pengembangan transportasi umum yang berkelanjutan juga berdampak positif terhadap tujuan lain, seperti SDG 13 (Climate Action), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 3 (Good Health and Well-Being).
Yogyakarta, 12 Desember 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) telah menuntaskan rangkaian program pendampingan yang selama tiga tahun intensif dilaksanakan di Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Program PkM yang diketuai oleh Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. dengan bertajuk “Transformasi Lingkungan Perkotaan melalui Pendekatan Produktif Pertanian Berbasis Gender” ini merupakan sebuah upaya strategis untuk memperkuat kluster ekowisata sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.
Yogyakarta, 10 Desember 2025 – Di tengah kompleksitas masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, pendekatan konvensional sering kali tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan di lapangan. Memahami urgensi tersebut, Program Studi Magister dan Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP) Sekolah Pascasarjana UGM menyelenggarakan pelatihan intensif bertajuk “Design Thinking untuk Pemberdayaan Masyarakat”. Bertempat di Hotel Harper Malioboro Yogyakarta, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan praktisi inovasi sosial, Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP., M.T., IPU., ASEAN Eng., pendiri The Local Enablers. Acara ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa S2 dan S3 PKP UGM sebagai upaya mencetak agen perubahan yang adaptif.
Tradisi pertanian masyarakat Jawa kembali mendapatkan ruang napas baru melalui program Lumbung Mataraman yang kini digalakkan di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berakar dari sistem lumbung desa pada abad ke-17 pada masa Kesultanan Mataram Islam, konsep ini kembali dihidupkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di tengah berbagai tantangan.
Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan Prof. Dr. Partini, S.U, Dr. agr. Sri Peni Wastutiningsih, Yunindya Palarani dan M. Irsyad Najibullah melakukan riset seputar Lumbung Mataraman di Kabupaten Bantul. Penelitian yang berjudul “Transformasi Kelembagaan Lumbung Mataraman untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul” ini adalah bentuk implikasi nyata pilar kedua tri dharma perguruan tinggi, yakni penelitian.