Kesehatan ekosistem laut menjadi hal krusial karena termasuk sumber kehidupan bagi milyaran orang dan berkontribusi dalam keseimbangan iklim global. Ekosistem laut sendiri terdiri atas berbagai unsur biotik (makhluk hidup) dan abiotik (komponen tidak hidup) yang saling berinteraksi. Laut tidak hanya menjadi penyedia sumber pangan dan hasil perikanan saja, namun juga menjadi penyerap polutan yang cukup vital bagi keberlangsungan hidup manusia. Hal ini berkaitan dengan tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14 tentang pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera.
SDGs 14: Ekosistem Lautan
Salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah sampah. Setiap tahun, jutaan ton sampah dihasilkan dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan mencemari laut dan ekosistem. Dampak dari limbah ini tak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia serta kehidupan satwa. Seiring dengan meningkatnya populasi dan konsumsi, tantangan ini semakin mendesak untuk diatasi.
Namun, seberapa besar peran kita dalam masalah ini? Dan apa solusi yang bisa diterapkan secara efektif untuk mengurangi krisis sampah global? Isu sampah sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta tujuan ke-14 (Ekosistem Lautan). Pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, sebelum kita bicara tentang solusi, penting untuk memahami berbagai penyebab sampah yang terus meningkat setiap tahunnya.