YOGYAKARTA — Mahasiswa program studi Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan (PKP), Voettie Wisataone, berhasil meraih Juara 3 pada ajang 3 Minutes Thesis (3MT) Competition yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM).

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa jenjang Magister dan Doktor di lingkungan UGM untuk mengasah kemampuan menyampaikan gagasan dan hasil penelitian secara ringkas, padat, serta komunikatif dalam waktu tiga menit.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Voettie membawakan presentasi berjudul “Bagaimana Komunitas Ibu Profesional Mewujudkan Ibu Berkualitas?”.

Penelitian ini mengkaji Komunitas Ibu Profesional sebagai aktor komunikasi pembangunan berbasis masyarakat yang berperan dalam mendorong perubahan orientasi dan pengembangan kapasitas para ibu.
Melalui komunitas dengan jaringan keanggotaan di berbagai wilayah Indonesia, Komunitas Ibu Profesional menghadirkan berbagai program inovasi dan pemberdayaan sosial berbasis komunitas. Pendekatan tersebut mendorong ibu untuk memandang dirinya sebagai pembelajar sepanjang hayat serta terus mengembangkan kualitas diri dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Dalam presentasinya, Voettie menunjukkan bahwa proses tersebut berangkat dari perubahan cara pandang terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sosial. Perubahan orientasi diri menjadi fondasi bagi terbentuknya ibu yang berkualitas, antara lain melalui kemampuan untuk menjadi pribadi yang mindful, memiliki manajemen emosi yang baik, serta cekatan dan berdaya.
Temuan penelitian tersebut juga menggambarkan adanya keterkaitan antara keluarga berkualitas, individu berkualitas, dan bangsa yang berkualitas. Dengan demikian, penguatan kapasitas ibu tidak hanya berdampak pada pengembangan diri, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap kualitas keluarga dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan.
Capaian Voettie dalam ajang 3MT Competition menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Doktor PKP UGM dalam mengomunikasikan hasil penelitian kepada publik secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami, sekaligus memperkenalkan peran komunikasi pembangunan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.