• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
      • Program Magister
      • Program Doktor
    • Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
      • Tenaga Pendidik Program Magister
      • Tenaga Pendidik Program Doktor
      • Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
      • Prosedur Pendaftaran
      • Syarat Pendaftaran
      • Biaya Pendidikan
    • Rekognisi Akademis
  • Akademik
    • Program Magister
      • Profil Lulusan Program Magister
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Tesis
    • Program Doktor
      • Profil Lulusan
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Disertasi
    • Kalender Akademik
    • Panduan Akademik
    • Perpustakaan
    • ELOK (e-Learning: Open for Knowledge Sharing)
    • SIMASTER
  • Penelitian
    • Publikasi
    • Kelompok Penelitian
  • Pengabdian
    • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Kemahasiswaan & Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
    • KAGAMA
    • Lowongan Pekerjaan
    • Tracer Study
  • Kontak
  • Unduh
    • Dokumen Akreditasi S2
    • Dokumen Akreditasi S3
  • Beranda
  • Berita
  • Lumbung Mataraman: Dari Lumbung Pangan Menuju Sumber Penghidupan Masyarakat

Lumbung Mataraman: Dari Lumbung Pangan Menuju Sumber Penghidupan Masyarakat

  • Berita, Pengabdian kepada Masyarakat
  • 4 Desember 2025, 16.12
  • Oleh: pkp.pasca
  • 0

Tradisi pertanian masyarakat Jawa kembali mendapatkan ruang napas baru melalui program Lumbung Mataraman yang kini digalakkan di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berakar dari sistem lumbung desa pada abad ke-17 pada masa Kesultanan Mataram Islam, konsep ini kembali dihidupkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat di tengah berbagai tantangan.

Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan Prof. Dr. Partini, S.U, Dr. agr. Sri Peni Wastutiningsih, Yunindya Palarani dan M. Irsyad Najibullah melakukan riset seputar Lumbung Mataraman di Kabupaten Bantul. Penelitian yang berjudul “Transformasi Kelembagaan Lumbung Mataraman untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul” ini adalah bentuk implikasi nyata pilar kedua tri dharma perguruan tinggi, yakni penelitian.

Riset yang dilakukan di Kalurahan Guwosari dan Kalurahan Sriharjo sejak April hingga September 2025, didasari oleh perubahan kebijakan Lumbung Mataraman yang awalnya menggunakan lahan pekarangan rumah, berkembang menjadi pemanfaatan tanah desa untuk program ketahanan pangan lokal.

Lumbung Mataraman pada masa lampau berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi dan cadangan pangan. Namun, pemerintah daerah bersama kelompok masyarakat mengembangkan kembali konsep itu dengan pendekatan modern. Program Lumbung Mataraman tidak lagi menekankan penyimpanan hasil panen, akan tetapi memanfaatkan lahan dan kawasan pertanian, diversifikasi tanaman pangan lokal, peternakan, perikanan, serta pemberdayaan masyarakat dan kelompok, baik kelompok tani maupun kelompok wanita tani.

“Supaya program ini (Lumbung Mataraman) tetap berjalan dan berkembang, strategi yang kami lakukan adalah tentu konsolidasi antar lembaga bu, supaya kami dapat memperluas lagi jangkauan unit usahanya, kami ingin pengembangan produk pertanian bisa terdistribusi secara luas, dan agrowisata dan ekowisata yang akan kami kembangkan bisa terealisasi” tambah Ibu Lilik, Lurah Sriharjo.

Selain bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, aktivitas yang dilakukan masyarakat di kawasan Lumbung Mataraman juga sejalan dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tanpa Kemiskian (SDGs 1), Tanpa kelaparan (SDGs 2), dan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12). Lumbung Mataraman membantu masyarakat desa meningkatkan perekonomian lokal, sebagai cadangan pangan saat paceklik, musim kering, atau harga pangan melonjak, serta mengajarkan masyarakat untuk memproduksi pangan sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan.

Reviewer:  Tim Prodi PKP Pascasarjana UGM

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung Yogyakarta – 5581
Telp : (0274) 544975, 564239 Fax : (0274) 547861, 564239
  pkp.pasca@ugm.ac.id
  @pkp.pasca.ugm
  +628112630752

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY