Kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, kembali membuka diskusi serius tentang arah tata kelola keselamatan transportasi nasional (Wibawana, 2026). Peristiwa ini memberikan pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya sistem transportasi kita bila tidak diatur dan diprioritaskan secara bijak. Insiden yang berawal dari gangguan kecil di perlintasan sebidang ini menunjukkan bahwa keselamatan publik sangat dipengaruhi oleh bagaimana negara mengatur interaksi antarmoda dan menetapkan prioritas. Ketika kendaraan pribadi dapat turut memengaruhi pergerakan moda massal, risiko sistemik pun meningkat. Dalam konteks tersebut, wacana penataan ulang prioritas transportasi dari dominasi kendaraan pribadi menuju penguatan angkutan umum harus menjadi perhatian utama.
Perempuan memainkan peran yang sangat beragam dalam kehidupan sehari-hari, sebagai anak, istri, ibu, pekerja, teman, dan anggota masyarakat yang aktif. Di Indonesia khususnya, fenomena multiperan ini mencerminkan realitas sosial yang kompleks. Perempuan tidak hanya terlibat dalam dunia kerja formal, tetapi juga secara signifikan berperan dalam pekerjaan rumah tangga yang tidak dibayar. Seorang perempuan dapat berperan sebagai anak yang tetap mendukung keluarga asalnya, sekaligus menjadi istri dan ibu yang hadir bagi keluarganya sendiri, sambil tetap menjalankan tanggung jawab profesional di tempat kerja. Realitas seperti “bangun lebih pagi dari anggota keluarga lain untuk menyiapkan rumah, lalu bekerja penuh waktu, dan tetap mengurus anak di malam hari” masih banyak ditemui, terutama di wilayah perkotaan. Fenomena ini menunjukkan bahwa struktur sosial dan ekonomi menempatkan perempuan dalam peran yang luas dan kompleks, yang tidak jarang menuntut energi emosional dan fisik yang tinggi. Dari berbagai studi di Indonesia, perempuan pekerja sering mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara pekerjaan profesional dan tanggung jawab keluarga, yang berdampak pada keseimbangan work-life mereka. Hal ini terlihat dalam laporan penelitian yang menemukan bahwa ketidakseimbangan kehidupan kerja berpengaruh pada kepuasan kerja dan kinerja perempuan dalam industri ritel dan instansi pemerintah (Rukmana & Winarno, 2023).
Lebaran bukan hanya momentum religius untuk merayakan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang sosial tempat masyarakat Indonesia memperkuat hubungan antarindividu. Tradisi silaturahmi yang dilakukan saat Lebaran, mulai dari mudik, saling berkunjung, hingga halal bihalal, telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang melekat dalam budaya Nusantara. Praktik ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan mekanisme sosial yang membantu merawat rasa kebersamaan, solidaritas, dan empati antarkomunitas. Dalam konteks akademis, silaturahmi dapat dipandang sebagai bentuk investasi sosial yang memperkuat kepercayaan (trust) dan modal sosial masyarakat.
Suatu sore di ruang tunggu rumah sakit, seorang ibu tampak gelisah. Ia bukan hanya cemas karena ibunya yang sudah tua yang lagi sakit, tetapi juga karena tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Petugas tampak sibuk, dokter belum datang, dan informasi yang ia terima hanya berupa nomor antrean di layar. Dalam situasi seperti itu, yang paling dibutuhkan sebenarnya bukan hanya obat, melainkan kepastian, dan kepastian lahir dari komunikasi yang baik.
Rumah sakit sering dipahami sebagai ruang medis: tempat diagnosis ditegakkan, tindakan dilakukan, dan penyakit diobati. Namun, bagi pasien dan keluarga, rumah sakit adalah ruang emosional. Di sana ada rasa takut, harapan, kebingungan, bahkan ketidakberdayaan. Karena itu, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau keahlian tenaga medis, tetapi juga oleh bagaimana komunikasi pelayanan publik dijalankan.
Aktivitas lari telah lama dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga paling sederhana, murah, dan efektif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Penelitian medis menunjukkan bahwa lari secara teratur merupakan bentuk aktivitas intensitas tinggi yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular, memperkuat otot jantung, meningkatkan VO2max (kapasitas penggunaan oksigen), serta memperbaiki sirkulasi darah dan fungsi paru-paru (Austin, 2024). Dalam konteks kesehatan publik, manfaat ini relevan dengan SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular melalui olahraga teratur.
Danau Kerinci adalah danau di Provinsi Jambi. Sekarang danau yang biasanya menjadi primadona pariwisata dan pemasok ikan air tawar terbesar di Provinsi Jambi ini, menjadi sekarat menyisakan cerita. Fenomena menyusutnya permukaan air Danau Kerinci sejak akhir Januari 2026 memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan. Namun apakah kejadian ini murni bencana alam, atau justru akumulasi dari kesalahan manusia? Atau kegagalan manusia menangkap informasi, merespon, dan mengkomunikasikan aspek lingkungan pada kehidupan sehari-hari?
Alam selalu dikambing hitamkan jika sebuah bencana terjadi di suatu daerah. Alam selalu diposisikan penyebab atas terjadinya faktor tunggal, sehingga tanggung jawab manusia seolah-olah dihapus dari narasi dominan. Bahkan belakangan ini, PLTA ikut disorot dan diasumsikan penyebab tunggal fenomena ini.
Dalam beberapa dekade terakhir, kopi telah bergeser. Bukan hanya sekadar “minuman” tetapi sudah menjadi fenomena budaya dan gaya hidup urban yang kuat. Pertumbuhan coffee shop di kota-kota besar mencerminkan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kedai kopi saat ini berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, tempat kerja alternatif, hingga arena kreativitas bagi pekerja kreatif, mahasiswa, dan generasi muda yang mencari pengalaman berbeda dari sekadar konsumsi kopi biasa. Fenomena ini menggambarkan bahwa kopi sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari ritme kehidupan masyarakat perkotaan dan simbol gaya hidup modern.
Dalam era digital yang terus berkembang, buku tidak lagi hanya hadir dalam bentuk cetak tradisional. Buku digital (e-book) telah menjadi bagian penting dari ekosistem pengetahuan global, menawarkan akses cepat dan portabilitas tinggi. Namun, perdebatan mengenai kelebihan dan kekurangan antara buku digital dan buku fisik juga semakin menguat, mencakup aspek pembelajaran, dampak lingkungan, serta kontribusinya terhadap target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi & Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Darat).
Seiring meningkatnya urbanisasi, kebutuhan terhadap sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif menjadi krusial tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030. Dalam hal ini, transportasi umum menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan. Transportasi berkontribusi secara langsung pada pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), yakni menyediakan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan untuk semua lapisan masyarakat. Selain itu, pengembangan transportasi umum yang berkelanjutan juga berdampak positif terhadap tujuan lain, seperti SDG 13 (Climate Action), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 3 (Good Health and Well-Being).
Yogyakarta, 12 Desember 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Program Studi S3 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) telah menuntaskan rangkaian program pendampingan yang selama tiga tahun intensif dilaksanakan di Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta. Program PkM yang diketuai oleh Ratih Ineke Wati, S.P., M.Agr., Ph.D. dengan bertajuk “Transformasi Lingkungan Perkotaan melalui Pendekatan Produktif Pertanian Berbasis Gender” ini merupakan sebuah upaya strategis untuk memperkuat kluster ekowisata sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis komunitas.