• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
      • Program Magister
      • Program Doktor
    • Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
      • Tenaga Pendidik Program Magister
      • Tenaga Pendidik Program Doktor
      • Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
      • Prosedur Pendaftaran
      • Syarat Pendaftaran
      • Biaya Pendidikan
    • Rekognisi Akademis
  • Akademik
    • Program Magister
      • Profil Lulusan Program Magister
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Tesis
    • Program Doktor
      • Profil Lulusan
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Disertasi
    • Kalender Akademik
    • Panduan Akademik
    • Perpustakaan
    • ELOK (e-Learning: Open for Knowledge Sharing)
    • SIMASTER
  • Penelitian
    • Publikasi
    • Kelompok Penelitian
  • Pengabdian
    • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Kemahasiswaan & Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
    • KAGAMA
    • Lowongan Pekerjaan
    • Tracer Study
  • Kontak
  • Unduh
    • Dokumen Akreditasi S2
    • Dokumen Akreditasi S3
  • Beranda
  • SDGS 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • SDGS 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan
  • hal. 2
Arsip:

SDGS 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan

Target 5000 Langkah Sehari Sebagai Gerakan Sederhana Melawan Ancaman Senyap Diabetes dari Gaya Hidup Modern

BeritaHowdy SDGs! Jumat, 9 Mei 2025

Diabetes melitus atau diabetes tipe 2 menjadi epidemi global yang kini marak terjadi dan tidak memandang usia. Diabetes ini merupakan kondisi kronis yang terjadi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar sehingga kadar gula darah meningkat. Penyakit ini sering terjadi tanpa gejala yang mencolok di awal. Bahkan, diabetes sering kali tidak terdiagnosis hingga menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal, kebutaan, bahkan amputasi.

Di Indonesia, berdasarkan data dari Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat (Pusinfokesmas) FKMUI menunjukkan bahwa prevalensi diabetes meningkat signifikan setiap tahun. Penyebabnya adalah pola hidup yang minim aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, tinggi konsumsi makanan olahan, faktor keturunan, ataupun stres kronis. Survei Kemenkes menunjukkan bahwa lebih dari 33% masyarakat Indonesia kurang beraktivitas fisik, menjadikan mereka rentan terhadap penyakit metabolik. Di tengah kekhawatiran ini, muncul sebuah fenomena sederhana namun berdampak besar yaitu gerakan 5000 langkah per hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Gerakan ini bukan hanya menjadi langkah kecil sebagai upaya pencegahan terhadap diabetes, tetapi juga sejalan dengan visi global untuk membangun masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan melalui tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). read more

Pengabdian Masyarakat Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan UGM di Lumbung Mataraman: Kolaborasi Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

BeritaHowdy SDGs!Pengabdian kepada Masyarakat Senin, 21 April 2025

Rabu (16/04/25), menjadi kesempatan istimewa bagi mahasiswa S3 Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan, Sekolah Pascasarjana, UGM untuk mengikuti Kuliah Lapangan Lumbung Mataraman. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk mempersiapkan calon lulusan agar lebih siap dalam berkontribusi dalam pembangunan masyarakat berbasis inovasi, kepemimpinan, dan perubahan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY.

Lumbung Mataraman adalah program yang digagas untuk mendorong kemandirian pangan masyarakat sebagai antisipasi krisis angan. Lumbung Mataraman menjadi contoh nyata implementasi inovasi pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta kepemimpinan berbasis kearifan lokal. Pemberdayaan masyarakat di Lumbung Mataraman bertujuan untuk membagikan pengetahuan (transfer knowledge) dengan melihat representatif masyarakat melalui kemitraan bersama dalam membangun ketahanan pangan menuju generasi emas. Selama mengikuti kuliah lapangan, mahasiswa diajak untuk mengobservasi inovasi, strategi komunikasi pembangunan, proses transformasi, resiliensi, dan perubahan masyarakat dengan adanya inovasi dan pengelolaan Lumbung Mataraman. Selain itu, mahasiswa juga diajak untuk menganalisis keberhasilan dan tantangan pengelolaan sumber daya lokal serta ketahanan pangan berbasis komunitas. read more

Sensitivitas Gender Pada Seni Pertunjukan Rakyat Dalam Kacamata Komunikasi Pembangunan

BeritaHowdy SDGs! Jumat, 11 April 2025

Tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya poin nomor 5 (kesetaraan gender) tidak akan tercapai tanpa adanya komunikasi efektif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat didalamnya. Salah satu caranya dapat dilakukan melalui pendekatan Theatre for Development (TfD) untuk membangkitkan partisipasi masyarakat. Sebagai medium komunikasi pembangunan, TfD didukung oleh adanya proximity dan kebutuhan hiburan yang bernuansa “lokal” sehingga menjadi modal awal untuk mensosialisasikan beragam isu pembangunan kepada masyarakat. Pendekatan TfD dalam masyarakat bisa dimanfaatkan untuk membedah sejarah budaya pada seni pertunjukan rakyat. read more

Fenomena Pemulung dan Pengemis Musiman Menjelang Hari Raya dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan

BeritaHowdy SDGs! Senin, 24 Maret 2025

Setiap menjelang hari raya, fenomena pemulung dan pengemis musiman kembali menjadi sorotan publik karena jumlahnya yang tiba-tiba meningkat di berbagai kota besar di Indonesia. Mereka datang dari berbagai daerah, bermigrasi ke kota-kota besar dengan harapan memperoleh sedekah dari masyarakat yang sedang merayakan hari kemenangan. Meskipun hal ini tampak sebagai fenomena sosial tahunan, keberadaan mereka menimbulkan dilema sosial dan kebijakan, khususnya dalam konteks urbanisasi, kesejahteraan, dan pengelolaan ruang kota. Fenomena ini tidak hanya menyangkut aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga beririsan langsung dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 1 (tanpa kemiskinan), tujuan 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan tujuan 11 (kota dan permukiman yang berkelanjutan). Perlu dilakukan analisis mengenai penyebab dan dampak dari fenomena ini serta rekomendasi kebijakan berbasis SDGs untuk penanganannya. read more

Keterampilan Leluhur, Harapan Masa Depan: Perempuan Pengrajin Tenun Samarinda

BeritaHowdy SDGs! Selasa, 21 Januari 2025

Di tengah arus modernisasi, Kampung Wisata Budaya Tenun di Kota Samarinda menjadi simbol
ketahanan budaya lokal. Sejak didirikan pada tahun 1668, kampung ini tidak hanya melestarikan tradisi
tenun, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah. Penenun, yang memang adalah Perempuan memiliki peran vital dalam menjaga keberlanjutan warisan
budaya ini.

Kain tenun Samarinda dibuat dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Keahlian ini menjadi aset penting bagi para penenun untuk memberdayakan diri mereka, baik secara ekonomi maupun sosial. Meski sebagian besar penenun adalah wanita berusia di atas 40 tahun, mereka tetap gigih menjaga keberlanjutan tradisi ini. Dengan memanfaatkan benang sutra impor berkualitas tinggi, mereka menciptakan sarung Samarinda yang terkenal dengan kehalusannya dan menjadi kebanggaan Kalimantan Timur. read more

Semakin Mendesak, Isu Sampah Kembali Menjadi Sorotan

BeritaHowdy SDGs! Senin, 30 September 2024

Salah satu masalah lingkungan terbesar yang dihadapi dunia saat ini adalah sampah. Setiap tahun, jutaan ton sampah dihasilkan dan sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir atau bahkan mencemari laut dan ekosistem. Dampak dari limbah ini tak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia serta kehidupan satwa. Seiring dengan meningkatnya populasi dan konsumsi, tantangan ini semakin mendesak untuk diatasi.

Namun, seberapa besar peran kita dalam masalah ini? Dan apa solusi yang bisa diterapkan secara efektif untuk mengurangi krisis sampah global? Isu sampah sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), tujuan ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta tujuan ke-14 (Ekosistem Lautan). Pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Namun, sebelum kita bicara tentang solusi, penting untuk memahami berbagai penyebab sampah yang terus meningkat setiap tahunnya. read more

12
Universitas Gadjah Mada

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung Yogyakarta – 5581
Telp : (0274) 544975, 564239 Fax : (0274) 547861, 564239
  pkp.pasca@ugm.ac.id
  @pkp.pasca.ugm
  +628112630752

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY