• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Sekolah Pascasarjana
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi dan Tujuan
      • Program Magister
      • Program Doktor
    • Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
      • Tenaga Pendidik Program Magister
      • Tenaga Pendidik Program Doktor
      • Tenaga Kependidikan
    • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Penerimaan Mahasiswa Baru
      • Prosedur Pendaftaran
      • Syarat Pendaftaran
      • Biaya Pendidikan
    • Rekognisi Akademis
  • Akademik
    • Program Magister
      • Profil Lulusan Program Magister
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Tesis
    • Program Doktor
      • Profil Lulusan
      • Capaian Pembelajaran Lulusan
      • Peta Kurikulum
      • Mata Kuliah
      • Modul Pegangan Mata Kuliah
      • Seminar Proposal
      • Ujian Komprehensif
      • Seminar Hasil
      • Ujian Disertasi
    • Kalender Akademik
    • Panduan Akademik
    • Perpustakaan
    • ELOK (e-Learning: Open for Knowledge Sharing)
    • SIMASTER
  • Penelitian
    • Publikasi
    • Kelompok Penelitian
  • Pengabdian
    • Pengabdian kepada Masyarakat
  • Kemahasiswaan & Alumni
    • Prestasi Mahasiswa
    • Informasi Beasiswa
    • Alumni
    • KAGAMA
    • Lowongan Pekerjaan
    • Tracer Study
  • Kontak
  • Unduh
    • Dokumen Akreditasi S2
    • Dokumen Akreditasi S3
  • Beranda
  • SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Coping Mechanism: Bukan Menghindari Tekanan, Tetapi Belajar Mengelolanya

BeritaHowdy SDGs! Selasa, 23 Juni 2026

Tuntutan pekerjaan dan pembelajaran yang semakin dinamis membuat banyak orang akrab dengan istilah burnout, overwhelmed, atau merasa “kehabisan energi”. Deadline yang datang bersamaan, tugas yang terus bertambah, hingga tuntutan untuk selalu produktif sering kali memicu stres apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola diri. Dalam kondisi seperti ini, coping mechanism menjadi salah satu keterampilan hidup yang penting. Coping mechanism merupakan cara seseorang merespons dan mengelola tekanan agar tetap mampu beradaptasi tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental. Menurut World Health Organization (2024), kemampuan mengelola stres merupakan bagian penting dari kesehatan mental yang mendukung individu untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi secara optimal di lingkungannya. read more

Lingkungan Belajar Sehat, Kunci Hasil Belajar Berkualitas

BeritaHowdy SDGs! Jumat, 5 Juni 2026

Belajar bukan hanya tentang seberapa lama seseorang menghabiskan waktu membaca buku atau mengerjakan tugas. Lebih dari itu, kualitas hasil belajar juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat proses belajar berlangsung. Lingkungan belajar yang sehat mencakup ruang yang bersih, aman, nyaman, memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, serta didukung oleh hubungan sosial yang positif antara peserta didik, pendidik, dan lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut membantu peserta didik merasa lebih nyaman, mampu berkonsentrasi, dan termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang mendukung berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan belajar (student engagement), yang pada akhirnya berdampak pada hasil belajar yang lebih baik (OECD, 2023). read more

Mengurai Jejak Cemaran Lingkungan

BeritaHowdy SDGs! Rabu, 20 Mei 2026

Dalam kehidupan sehari-hari, sabun mandi, sampo, odol, dan deterjen adalah produk yang tak bisa dipisahkan dari rutinitas kebersihan pribadi dan rumah tangga. Namun, penggunaan yang berlebihan atau pembuangan limbah yang kurang tepat justru dapat berdampak negatif pada lingkungan, terutama pada kualitas air dan tanah. Zat-zat aktif dalam produk-produk ini, seperti surfaktan dalam deterjen, telah terbukti dapat menurunkan kualitas air dan oksigen terlarut di perairan; bahkan pada kondisi tertentu dapat memicu eutrofikasi yang membahayakan organisme air dan keseimbangan ekosistem. Studi literatur menunjukkan limbah deterjen dapat meningkatkan nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) hingga tiga kali lipat, serta berkontribusi menurunkan oksigen terlarut yang vital bagi kehidupan akuatik. Dampaknya tidak hanya pada ekosistem, tetapi perubahan ini juga memiliki implikasi pada kesehatan masyarakat seperti iritasi kulit dan gangguan pernapasan ketika paparan terhadap limbah tidak diolah dengan benar (Sofian, 2025). read more

Prioritaskan Angkutan Umum sebagai Strategi Keselamatan Nasional: Refleksi atas Tragedi KRL–KJJ di Bekasi dan Arah Transportasi Berkelanjutan

BeritaHowdy SDGs! Rabu, 29 April 2026

Kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, kembali membuka diskusi serius tentang arah tata kelola keselamatan transportasi nasional (Wibawana, 2026). Peristiwa ini memberikan pelajaran pahit tentang betapa rapuhnya sistem transportasi kita bila tidak diatur dan diprioritaskan secara bijak. Insiden yang berawal dari gangguan kecil di perlintasan sebidang ini menunjukkan bahwa keselamatan publik sangat dipengaruhi oleh bagaimana negara mengatur interaksi antarmoda dan menetapkan prioritas. Ketika kendaraan pribadi dapat turut memengaruhi pergerakan moda massal, risiko sistemik pun meningkat. Dalam konteks tersebut, wacana penataan ulang prioritas transportasi dari dominasi kendaraan pribadi menuju penguatan angkutan umum harus menjadi perhatian utama. read more

Kalcer on the Run: Tren Lari Masa Kini

BeritaHowdy SDGs! Jumat, 20 Februari 2026

Aktivitas lari telah lama dikenal sebagai salah satu bentuk olahraga paling sederhana, murah, dan efektif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Penelitian medis menunjukkan bahwa lari secara teratur merupakan bentuk aktivitas intensitas tinggi yang bermanfaat bagi sistem kardiovaskular, memperkuat otot jantung, meningkatkan VO2max (kapasitas penggunaan oksigen), serta memperbaiki sirkulasi darah dan fungsi paru-paru (Austin, 2024). Dalam konteks kesehatan publik, manfaat ini relevan dengan SDGs Tujuan 3 (Good Health and Well-being) yang mendorong gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit tidak menular melalui olahraga teratur. read more

Transportasi Umum Commuter Line dan Moda Berkelanjutan di Indonesia

BeritaHowdy SDGs! Selasa, 30 Desember 2025

Seiring meningkatnya urbanisasi, kebutuhan terhadap sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif menjadi krusial tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030. Dalam hal ini, transportasi umum menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan. Transportasi berkontribusi secara langsung pada pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), yakni menyediakan akses terhadap sistem transportasi yang aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan untuk semua lapisan masyarakat. Selain itu, pengembangan transportasi umum yang berkelanjutan juga berdampak positif terhadap tujuan lain, seperti SDG 13 (Climate Action), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 3 (Good Health and Well-Being). read more

Tumbler: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

BeritaHowdy SDGs! Senin, 1 Desember 2025

Masalah sampah plastik terus menjadi sorotan global. Plastik sekali pakai, terutama botol dan kemasan air, telah mengakumulasi dampak lingkungan jangka panjang, seperti: polusi di darat dan laut, beban tambahan bagi tempat pembuangan akhir (TPA), serta konsumsi sumber daya dan energi yang besar dalam produksi. Salah satu solusi sederhana namun berdampak nyata adalah penggunaan tumbler atau botol minum/wadah minum yang dapat dipakai ulang.

Beberapa penelitian dan program di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan tumbler dapat secara signifikan mengurangi sampah plastik. Dewasa ini tumbler bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan dapat menjadi representasi perubahan perilaku konsumsi menuju keberlanjutan. read more

Ledakan Limbah Gadget dan Tantangan Konsumsi Berkelanjutan di Era Digital

BeritaHowdy SDGs! Selasa, 18 November 2025

Limbah gadget (e-waste) telah menjadi salah satu isu lingkungan paling mendesak pada abad ke-21. Laporan Global E-Waste Monitor mencatat bahwa dunia menghasilkan sekitar 62 juta ton e-waste pada tahun 2022, dan hanya sekitar 22% yang berhasil didaur ulang melalui jalur resmi. Proyeksi menunjukkan angka ini dapat mencapai 82 juta ton pada 2030 jika pola konsumsi teknologi tidak berubah. E-waste adalah limbah kompleks yang mengandung plastik, bahan kimia, serta logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air. Ironisnya, limbah ini juga menyimpan sumber daya bernilai tinggi seperti emas, tembaga, hingga rare earth elements, yang justru sering terbuang karena kurangnya fasilitas dan regulasi daur ulang yang efektif. read more

Fenomena Pakaian Impor dan Tantangan Kebersihan dalam Arus Konsumsi Global

BeritaHowdy SDGs! Selasa, 4 November 2025

Perdagangan pakaian impor, khususnya pakaian bekas, telah menjadi bagian signifikan dari dinamika ekonomi global dan pola konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pakaian bekas impor umumnya berasal dari proses donasi massal, pusat daur ulang tekstil, toko retail yang menyisakan deadstock, serta gudang penyalur barang non sortir dari negara-negara maju. Dalam rantai distribusi yang panjang ini, pakaian dikumpulkan dari berbagai sumber, disortir berdasarkan kualitas, kemudian dikompresi menjadi bal-bal besar sebelum dikirim ke negara tujuan. Kompleksitas rantai pasok tersebut menyebabkan asal-usul setiap pakaian sulit dilacak secara individual, sehingga aspek higienitas dan keamanan produk menjadi isu yang perlu dikaji secara ilmiah. read more

Menuju Generasi Sehat Melalui Makanan Bergizi

BeritaHowdy SDGs! Jumat, 10 Oktober 2025

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup melalui penyediaan makanan sehat di sekolah. Lebih dari sekadar pemberian makan, program MBG adalah investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Harapannya, dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang fokus, anak-anak dapat tumbuh optimal dan berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Dilihat dari perspektif pembangunan berkelanjutan, program MBG menjadi sarana dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama di bidang gizi, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Secara spesifiknya berkaitan dengan SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 3 (Good Health and Well-being), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Program MBG sebenarnya bisa membantu mengurangi kelaparan tersembunyi (hidden hunger) pada anak usia sekolah dengan menyediakan makanan bergizi setiap hari. Hal ini bisa menjadi langkah penting dalam mengurangi angka malnutrisi dan stunting. Dimana dengan adanya akses gizi yang seimbang dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental anak, sekaligus menekan potensi penyakit akibat kekurangan nutrisi. Anak yang tidak lapar cenderung lebih mudah fokus belajar. MBG secara tidak langsung mendukung proses belajar yang produktif, menurunkan tingkat ketidakhadiran, dan meningkatkan hasil akademik. Program ini sebenarnya juga menciptakan efek ekonomi berantai melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal dalam penyediaan bahan makanan. Di sisi lain, MBG dapat menjadi wadah edukasi tentang pola makan sehat dan berkelanjutan, termasuk upaya mengurangi limbah makanan dan mengoptimalkan bahan pangan lokal. read more

12
Universitas Gadjah Mada

SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
Jl. Teknika Utara, Pogung Yogyakarta – 5581
Telp : (0274) 544975, 564239 Fax : (0274) 547861, 564239
  pkp.pasca@ugm.ac.id
  @pkp.pasca.ugm
  +628112630752

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY