Mahasiswa Magister PKP Ikuti Taiwan Experience Education Program, Perkuat Pengalaman Riset dan Akademik Internasional
TAIWAN — Mahasiswa Nahtadia Anggraini memperoleh kesempatan mengikuti Taiwan Experience Education Program (TEEP), sebuah program yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengikuti kegiatan internship maupun penelitian jangka pendek di berbagai perguruan tinggi di Taiwan. Melalui program ini, Nahtadia tidak hanya mendapatkan pengalaman melakukan penelitian dalam lingkungan akademik internasional, tetapi juga berkesempatan mengenal budaya dan kehidupan masyarakat Taiwan secara lebih dekat.
Kesempatan mengikuti TEEP diawali dengan proses pencarian profesor yang memiliki bidang penelitian sesuai dengan minat akademik Nahtadia. Setelah melakukan komunikasi dan pendekatan dengan calon supervisor, Nahtadia memperoleh kesempatan untuk bergabung dalam salah satu research project di laboratorium. Proses tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran program melalui pengumpulan sejumlah dokumen, antara lain curriculum vitae (CV), research proposal, serta berbagai dokumen pendukung lainnya. Tahapan seleksi juga mencakup sesi wawancara yang dilaksanakan melalui telepon.
Mengembangkan Pengalaman Riset di Lingkungan Akademik Internasional

Selama mengikuti TEEP, kegiatan utama Nahtadia adalah melaksanakan penelitian di laboratorium. Dalam laboratorium tersebut terdapat empat mahasiswa peserta TEEP yang masing-masing memperoleh tanggung jawab untuk mengerjakan satu research project.
Keterlibatan dalam proyek penelitian memberikan pengalaman bagi Nahtadia untuk memahami proses penelitian dalam lingkungan akademik internasional. Selain mendalami topik penelitian yang dikerjakan, ia juga mendapatkan pengalaman dalam mengelola pekerjaan penelitian, berdiskusi dengan supervisor, menyelesaikan tugas secara mandiri, serta beradaptasi dengan lingkungan akademik dan budaya kerja yang berbeda.
Salah satu kegiatan rutin yang diikuti adalah lab meeting yang dilaksanakan setiap minggu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibawah bimbingan profesor mempresentasikan perkembangan penelitian masing-masing, mendiskusikan hasil dan kendala yang dihadapi, serta memperoleh masukan untuk pengembangan penelitian selanjutnya.
Kegiatan lab meeting menjadi bagian penting dalam pengalaman akademik Nahtadia karena memberikan gambaran secara langsung mengenai proses monitoring, evaluasi, dan diskusi penelitian dalam lingkungan laboratorium. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai penelitian, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam research project secara lebih aktif dan mandiri.
Mengenal Taiwan melalui Cultural Studies
Selain kegiatan penelitian, TEEP memberikan kesempatan kepada Nahtadia untuk mengenal kehidupan sosial dan budaya Taiwan melalui kegiatan cultural studies. Berbagai aktivitas dalam program tersebut memperkenalkan kehidupan sehari-hari masyarakat Taiwan, termasuk makanan khas, kebiasaan masyarakat, serta kehidupan di lingkungan lokal.
Salah satu pengalaman yang berkesan adalah kunjungan ke kawasan Sun Moon Lake. Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menikmati keindahan alam Taiwan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya masyarakat adat Taiwan.
Kegiatan cultural studies melengkapi pengalaman akademik yang diperoleh melalui aktivitas laboratorium. Jika kegiatan penelitian memberikan pemahaman mengenai proses akademik dan riset, pengalaman budaya memberikan perspektif yang lebih luas mengenai masyarakat, kehidupan lokal, dan keberagaman budaya Taiwan.
Belajar Beradaptasi sebagai Mahasiswa Internasional

Pengalaman mengikuti TEEP juga menjadi kesempatan bagi Nahtadia untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa internasional. Selama program berlangsung, ia tinggal di asrama dan menjalani aktivitas sehari-hari dalam lingkungan yang berbeda dari Indonesia.
Pengalaman tersebut mendorong pengembangan kemandirian dan kemampuan beradaptasi. Rutinitas seperti pergi ke laboratorium, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, mencoba makanan lokal, hingga menjelajahi lingkungan sekitar menjadi bagian dari proses pembelajaran selama berada di Taiwan.
Bagi Nahtadia, pengalaman TEEP menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Laboratorium, lingkungan sekitar, interaksi dengan masyarakat, serta pengalaman mengenal budaya baru turut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya perspektif akademik dan personal.
Keikutsertaan dalam TEEP diharapkan dapat menjadi bekal bagi Nahtadia dalam mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian, sekaligus membuka peluang untuk membangun jejaring dan kolaborasi internasional di masa mendatang.
Pengalaman tersebut juga memberikan perspektif bahwa kesempatan belajar di luar negeri bukan semata-mata tentang berpindah tempat untuk melakukan penelitian, tetapi juga tentang memperluas wawasan, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta membangun pengalaman akademik yang dapat mendukung pengembangan diri dan keilmuan.